Aku dan kenakalanku

Namaku metha, umurku 17 tahun. Aku kelas 3 SMA, tinggi 163cm, berat 50 Kg, kulit kuning langsat,dan rambut panjang sepunggung. Aku seorang yg manja sekali, tapi di sisi lain, aku punya kepribadian yang menurut teman – teman agak binal. Hehehe…. Salah satu contohnya waktu aku masih duduk di kelas 2 SMA, aku melakukan sex dengan pacarku waktu itu di toilet sekolahku. Yg tahu ini Cuma temen2 genk ku karena emang aku cerita sama mereka semua. Dan aku punya ide cemerlang sekaligus gila. Jadi saat kelulusan besok, aku ngga akan mencoret – coret seragamku dengan cat atau semacamnya, karena aku mengecat tubuhku dengan cat temporer dan menyalami guru – guru di sekolah ku. Hahahaha…. Mungkin terlalu gila kali ya….?? Tapi inilah aku, aku selalu ingin mecoba sesuatu yang berbau menantang buat aku sendiri. Walaupun mungkin pada akhirnya aku tidak akan melakukan hal itu karena memang terlalu gila. Hahahaha….

Kata teman – temanku aku itu orangnya supel dan terlalu exhibit. aku akui itu,tapi aku tidak tersinggung mendengarnya. Aku orangnya blak – blakan kalau dengan orang lain. Aku sudah tidak perawan sejak kelas 2 SMP, sejak itu aku ngrasa ada suatu tantangan kalau aku bisa membuat cowok penasaran padaku. Hmmmm…. Lebih tepatnya penasaran dengan body ku mungkin… inilah salah satu ceritaku.

Waktu itu hari minggu, seperti biasa aku hangout bareng temen – temen ke mall di pusat kota tempatku tinggal. Pas lagi nganter temen ke toilet,aku puny aide agak gila. Aku masuk ke toilet, aku buka Bra ku dan aku buang ke tempat sampah di dalam toilet. Padahal saat itu aku Cuma memakai tank top putih. Aku memang sedikit bangga dengan bentuk payudaraku yang kecil tapi padat, itu pula yg kata temen – temen cowokku bikin penasaran.

“Met, kamu ngga pake BEHA ya?” Tanya retno padaku.

“eh gila km Met….” Timpal Dian sambil tertawa.

“hahaha….biar aja…emang keliatan banget ya?” tanyaku

“]ngga sih kalau liatny merem…” seru Retno lagi

“hahahahahaha……” kami tertawa bareng

“iya tuh kliatan bgt pentil km. Ih…dasar gila….” Dian menambahkan

“ngga apa – apa. Itung – itung amal…..tapi ngga terlalu kliatan deh kayaknya.santai aja. yaudah yuk cari makan..” kataku

Sepanjang kami jalan, aku lihat semua mata lebih sering melihatku, lebih tepatnya melihat dadaku…Mungkin. Tapi mungkin saja aku yang agak ke GE ER an kali ya…..

Sampai di foodcourt, aku pesan makanan dan cuci tangan di washtafel. Aku lihat di cermin kayanya ngga terlalu menonjol kok dadaku, ya mungkin kalo diliat dengan seksama emang kliatan sih kalo aku ngga pake Bra, karena puttingku keliatan tajam. Kemudian aku berpikir sedikit lebih gila. Gimana kalau kancing bajuku aku lepas 1,jadi kelihatan belahan dadaku. Setelah itu aku duduk lagi dengan teman – temanku. Seperti biasa, si retno komentar lagi.

“kancing bajumu kebuka tuh….”

“sengaja” timpalku

“what!!!???? Ah gila loe….ngga takut diliat orang pa?” katanya lagi

“hahaha….km tuh Parno banget sih….aku aja ngga pa pa, eh km yg sewot.hmmm….”

“]serah deh…..” katanya lagi menyerah. Dan kulihat Dian senyam – senyum aja sambil makan sandwich tuna yg dia pesan.

“eh guys, aku ada ide, gimana kalau kamu pura – pura benerin tali sepatumu waktu ntar bayar makanan.” Dian bicara padaku. Lalu aku lihat ke arah kasir.

“ah, ngga mau….yang jaga udah Om om…..” kataku

“eits…katanya km pengen sesuatu yg menantang…masa’ selalu cari cowok ganteng terus? Kan beramal itu pada semua orang. Hahaha….” Emang Dian paling bisa aja mengolah kata –kata. Aku berpikir lagi. “OK deh. Eh,ntar jangan lupa kamu shoot tampang tuh Om pake hapemu waktu liat toketku ya.hahahaha….pasti seru nih..”

“hahahaha….iya tuh,bagus jg idemu.” Kata retno mengiyakan

Setelah selesai makan kami menjalankan misi kami. Aku membayar pake uang 100 ribu, nah saat tuh Om ngasih kembaliannya, aku pura – pura merunduk benerin sepatuku. Aku yakin sekali kalau kali ini putingku bener – bener bisa terlihat oleh Om kasir. Setelah selesai, aku terima uang kembaliannya dan Om kasir nyengir padaku nunjukkin giginya yg ngga rata. Semakin gila, aku punya ide, aku masukan saja uang kembaliannya ke tank top ku. Eh, tuh om kasir melongo….!

Aku keluar dengan temen2 sambil menahan tawa. Setelah jauh dari situ, kita pun ketawa tawa. “eh coba liat mana videonya?” tanyaku ke retno. “tadi yg ngeshoot Dian tuh…”
“nih….” Kata dian

Aku lihat di video itu, si Om kasir melongo sambil mengedip – ngedipkan matanya. Kayak ngga percaya gitu. Hahahahaha…..tawa pun menggelegar saat kami sudah di parkiran motor.

“eh mau ujan nih, yuk cepet, aku lupa ngga bawa jas hujan soalnya.” Kataku

Kemudian aku ambil jaket dan helm ku di penitipan , aku langsung menuju motorku. Aku lihat Dian dan Retno sudah siap dengan motornya.

Lalu kami melaju sedikit kencang,tapi eh, keburu ujan….akhirnya aku terpaksa berteduh di warung makan dekat situ. Bagian depan tubuhku terlanjur basah kuyup, tapi daripada aku kehujanan dan akhirnya sakit, mending berteduh dulu sampai hujan reda. Aku ngga tau retno dan Dian berteduh diman soalnya kita tadi terpisah.

Aku masuk ke warung, dan pesan teh hangat dengan bapak penjaga warung. Aku liat di situ ada 3 orang lain yg juga berteduh. 2 cowok, 1 cewek. Akhirnya mereka juga pesan minuman hangat ke bapak penjaga warung.

Aku cek HP dan dompetku, untungnya semua yang ada dalam sakuku ngga ada yang basah. Baguslah…. Lalu aku buka jaket ku yang basah di bagian depannya. Aku ingat kalau aku hanya pake baju tanpa lengan tanpa memakai Bra. Tapi biar aja lah….paling – paling ngga ada yang merhatiin. Ternyata aku salah. Bapak penjaga warung merhatiin aku terus dari tadi, sedikit risih sih, tapi biarin aja deh, namanya juga cowok….

lalu satu per satu orang yang tadi berteduh pergi walaupun hujan belum sepenuhnya berhenti. Aku ngga mau kena flu dadakan jadi aku masih menunggu hujan reda. Sampai akhirnya tinggal aku dan bapak penjaga warung. “neng,mau saya ambilkan handuk?biar ngga kena flu nanti.” Kata bapak. “ngga usah Pak, makasih” kataku

tapi bapak itu tetepa ngeluyur masuk mengambilkan handuk. Ah, biarin aja pikirku. 5 menit kemudian bapak itu keluar dengan handuk hijau miliknya. “ makasih lho Pak, ngga usah repot – repot sebenarnya.” Kataku sambil mengajukan tanganku buat nrima handuk bapak itu. Tapi tanpa di duga – duga, bapak itu tidak memberikan handuknya tapi malah menghandukiku dengan tangannya sendiri. “biar saya saja Pak, makasih.” Di tidak menjawab dan terus menghandukiku. Yaudah lah aku diam saja. Awalnya hanya rambut dan kepalaku saja yang di handuki, makin lam – makin ke bawah sampai ke dada ku. “ udah pak yg ini biar saya saj” kataku lagi. Tapi lagi – lagi tidak dihiraukannya. Aku hanya berpikir, yah namanya orang tua pasti Cuma menganggap aku anaknya saja. Dari dada, tangan, kemudian celana jeansku di handukinya. Kemudian kembali ke atas lagi ke dadaku. Aku hanya diam saja, entah kenapa aku menganggap itu wajar sampai akhirnya tangan dan handuknya masuk ke baju tanpa lengan ku dan menyentuh payudaraku. Lagi – lagi dalam hatiku masih menganggap itu hal yang wajar. Sampai akhirnya dia melepas satu per satu kancing bajuku dan masih mengusap payudaraku dengan handuknya. Aku??semakin menikmatinya. Sambil duduk di hadapan bapak itu, aku berpikir, tantangan baru nih, di raba – raba bapak paruh baya. Lalu kemudian handuknya di taruh di sebelahku dan tangannya masih saja mengusap payudaraku. Putingku yang kecoklatan terlihat semakin tajam tanda aku terangsang. Bapak itu memainkan putingku dengan pelan. Aku tak percaya, aku diraba bapak penjaga warung di dalam warungnya yg masih buka.

Betapa kagetnya aku waktu tiba – tiba ada pembeli masuk. Bapak penjaga warung juga kaget dan menyudahinya. Lalu berdiri dan menanyaka ke orang yang baru datnag tadi mau pesan apa.

Aku senidiri sibuk menutupi dadaku dengan bajuku yg belum sempat aku kancingkan. Kemudian aku pamit ke bapak penjaga warung untuk pulang, membayar the hangatnya lalu memakai jaket dan kabur….meski hujan masih rintik rintik, aku nekat aja, daripada kena malu.

Tentang omgermo

apalagi klo bukan germo. jadi germo itu asik looo hahahahaha....
Pos ini dipublikasikan di Eksibisi. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s